Lowongan junior sekarang sudah minta system design.
Itu reality check-nya yang harus kita pahami. standar minimalnya naik dan ngebuat Ekspektasi untuk level junior tinggi.
Di perusahaan AI-native, ada sekitar 20,8 lowongan senior buat setiap 1 lowongan junior. Dari lowongan junior yang tersisa, 40% minta ownership atau end-to-end responsibility, dan 26% nyebut system design. Sumbernya laporan Landed jobs.
Paper IZA bulan Juni juga nemu lowongan software level junior turun 14 sampai 15% dibanding yang senior, setelah ChatGPT keluar. Mostly karena employer minta more experience, padahal job title-nya sama.
Terus, junior sama senior masih dibutuhkan?
Iya. Yang naik itu expectation-nya, bukan pekerjaannya hilang.
Kenapa?
- karena junior sekarang ga cuma yang ngerjain tiket. Perlu ownership
- senior nge-review keputusan, dan punya knowledge buat tau AI-nya salah atau halu
- system design tetap ditanya, baik junior maupun senior, karena coding udah dibantu AI. System design butuh context bisnis
Kalo diliat di lowongan Indonesia, polanya mirip. Yang sering diminta:
- ownership, bukan cuma nulis code doang
- end-to-end, ngerti kenapa perlu shipping product atau feature, impact-nya ke bisnis, sampai release
- system design, enggak cuma list tool yang dipake di CV
Apa ini salahnya hiring team?
Enggak. Dengan AI, manager expect satu orang ngerjain lebih banyak. Yang dulu di-split, sekarang expected selesai di satu orang. Jadi junior perlu ngecek diri ke standar itu.
Lantas gimana bisa level up?
- mentoring sama senior. Kalo di kantor ga ada senior, lewat komunitas
- always learn something new, terutama cara ngecek output AI
- punya satu project kecil yang keliatan impact-mu, dan apa yang kamu pelajarin
- biasain jelasin keputusan yang diambil, plus pro and cons-nya